Perubahan Suatu yang Pasti
B
|
agi sebagian orang hijrah menjadi baik sering kali dihantui oleh kegalauan. Tetapi sebenarnya yang perlu dipahami bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan-perubahan ini tidak hanya tentang islam bahkan yang tidak islami pun akan cenderung berubah. Misal, dahulu sebelum ada media penyimpanan flashdisk ada yang namanya penyimpanan floppy disk (disket) dengan kapasitas penyimpanan 1.44 MB, namun sekarang sudah ada penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar seperti flashdisk, sd card dll. Jika dulu komputer disertai dengan slot untuk memasukkan disket sekarang tidak beredar lagi penjualan komputer dengan slot tersebut. Semuanya mengalamai perubahan.
Contoh lain, dulu ada wartel (warung telpon/ warung telekomunikasi) karena belum banyak yang memiliki telpon dan handphone wartel menjadi salah satu usaha yang diminati kala itu, tapi sekarang? Mulai dari anak kecil hingga dewasa sudah bisa berkomunikasi dengan hanphone masing-masing dan tidak lagi menggunakan jasa wartel.
Takut Untuk Hijrah
Sekarang mari kita lihat pada diri kita yang terkadang masih suka melakukan kemaksiatan dan parahnya lagi kita tau apa yang kita lakukan itu adalah kemaksiatan tapi kita tidak mau berubah, bahkan takut untuk berubah. Takut ini berasal dari mana? Takut ini berasal dari setan. Setan membisikan dan membuat manusia menjadi was-was ketika ingin berubah, nanti begini nanti begitu.
Menjadi pertanyaan bagi kita,
sampai kapan kita akan terus begini?
sampai kapan kita berada didalam kubangan maksiat ini?
Kapan kita mau berubah menjadi lebih baik?
Ketika kita berusaha untuk berubah menjadi baik, akan muncul pertanyaan-pertanyaan setelah hijrah
apa yang akan terjadi pada diri kita selanjutnya?
apa yang akan kita lakukan selanjutnya?
Setan senantiasa menggoda kita, menakuti-nakuti kita sehingga kita ragu untuk berubah, kita ragu untuk hijrah. Misal, seseorang yang pacaran ketika dia ingin hijrah kemudian dia berpikir. Nanti kalo putus dari pacar takut tidak laku, takut akan masuk ke kubangan maksiat yang lain, bagaimana kalo tidak istiqomah. Manusia takut pada hal-hal dimasa depan yang belum pasti terjadi, tapi tidak takut pada masa sekarang yang sudah pasti kemaksiatannya tiap hari dilakukan.
Perhatikan firman allahuta’ala berikut.
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ
Artinya: “Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah”
(QS. Al-Mujadalah: 19)
(QS. Al-Mujadalah: 19)
Kemudian firman allah selanjutnya.
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ - الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ - مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ –
Atinya: Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An- Nas : 4-6)
Begitulah gambaran setan yang selalu melakukan segala hal untuk membuat manusia mengingkari allah dan akhirnya akan menunda tobat (hijrah) nya. “engkau masih muda, perjalan hidupmu masih panjang, sudahlah nikmati dulu masa mudamu masih banyak waktu untuk bertobat”. Sebuah pernyataan yang sangat halus dibisikkan oleh setan.
Ada juga cara lain setan untuk memalingkan kita manusia untuk hijrah yang itu dengan menjadikan manusia memandang baik perbuatan buruk. Sebagaimana firman allahuta’ala berikut.
فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ
Artinya: tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), (QS. An Nahl : 63)
Pacaran gak papa kok. Kalo pacarannya saling mengingatkan dalam kebaikan, saling memotivasi memberi semangat belajar. Ingetin dia sholat, ajak tadarus bersama dll. Beginilah upaya yang dilakukan setan untuk membuat manusia itu lalai kepada allah. Dia cenderung membuat manusia mengingkari apa yang allah larang dengan menghiasi perbuatan maksiat tersebut dengan sesuatu yang baik.
Memilih Hijrah
Orang yang hijrah dijalan Allah pasti akan dapat ujian. Dalam ujian tersebut ada dua kemungkinan yaitu, 1) lulus 2) tidak lulus. Orang yang memilih ujian maka akan menemui dua kemungkinan tersebut lulus atau tidak lulus. Tapi orang yang memilih untuk tetap dalam kemaksitan dia pasti tidak lulus.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ
Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? (QS. Al- Baqaran 214)
Ketika kita memilih hijrah dijalan allah dan istiqomah didalamnya maka Allah akan siapkan apapun yang lebih baik bagi kita. Oleh karena itu ayo kita hijrah bersama, bergabung dalam komunitas yang menjadikan kita sebagai manusia yang baik dan bermanfaat bagi manusia yang lainnya. @soliminmasagus
Komentar
Posting Komentar